Bisa Dicoba! 10 Bisnis Ini Laris Manis Saat Pandemi Virus Corona

Misalnya, Nikasius Dirgahayu hanya butuh Rp.2 juta saja ketika membangun Nick The Barbership. Modal tersebut digunakan untuk membeli perlengkapan potong rambut, perabotan pendukung dan biaya promosi awal. Ia mengawalinya dengan menjual produk pakaian yang ternyata tidak begitu berhasil.

Acara tersebut menunjukkan bahwa seni penataan rambut sudah menjadi tren gaya hidup masyarakat saat ini. Jangan dulu beranggapan bahwa bisnis ini sudah tidak prospek seiring bertambahnya jumlah wedding organizer. Faktanya, nilai industri dari bisnis pernikahan di tahun ini saja mencapai Rp500 triliun. Namun, Anda bisa mengambil inspirasi dari Aldi Febian Mahabian, seorang pengusaha rental mobil. Cerita pebisnis ini menunjukkan bahwa untuk memulai bisnis, kreativitas merupakan faktor kunci, tidak melulu modal. Inilah contoh yang diberikan oleh Deasy Esterina, pemilik bisnis ramah lingkungan Kreskros, ketika memproduksi tas kreatif dari sampah plastik.

Mulai dari peluang bisnis kecil untuk mencobanya agar Anda tidak rugi banyak saat gagal. Jika Anda memiliki kemampuan ini buat situs desain pribadi dan promosikan jasa Anda. Selain untuk kebutuhan perusahaan, desain grafis untuk kebutuhan personal seperti pembuatan undangan pernikahan atau kartu ucapan juga banyak diminati.

Nah, peluang ini bisa kamu manfaatkan untuk membukathrift store, tapi pastikan kamu cermat mencari busana-busana bekas yang berkualitas. Dibandingkan dengan membeli baju baru di toko, membeli baju hasilthrifting ternyata lebih murah dan tetap tidak ketinggalan tren busana. [newline]Hanya saja kamu perlu memilih momentum yang tepat untuk memulai usaha yang kamu inginkan. Padahal banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja di luar rumah. Berkembangnya teknologi telah memudahkan orang-orang untuk berkreasi membuat usaha yang kreatif, efektif, dan tentunya cuan. Kini, Stasya mencoba melebarkan sayap bisnis kulinernya dengan membuka kedai bisnis offline.

Membuat bisnis ramai di saat pandemi

Hal ini akan membantu kamu supaya bisa menghadirkan produk yang memang benar-benar dibutuhkan oleh orang banyak. Survei pasar bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan mengikuti tren di media sosial, atau melakukan wawancara dengan calon konsumen. Survei ini tidak hanya berhenti sampai bisnismu sudah benar-benar diluncurkan. Sebenarnya, banyak sekali orang yang memiliki rencana untuk memulai bisnis saat pandemi. Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai keberanian untuk benar-benar menjalankannya.

Tujuannya adalah menyediakan suplai barang pangan hasil perkebunan seperti sayur dan buah untuk didistribusikan ke pasar-pasar. PT Indo Premier Sekuritas, misalnya menargetkan penambahan 40% investor ritel dengan mengembangkan aplikasi tremendous . Ia terus melakukan promosi secara aktif, menambah produk dan layanan terbaru termasuk destinasi-destinasi baru baik domestik maupun internasional. Terlepas ada atau tidaknya pandemi COVID-19, kebutuhan pokok akan selalu diminati oleh pembeli.