Pentingnya Menerapkan Social Distancing Demi Mencegah Covid

Pastikan untuk memilih perlengkapan ibadah yang sedang tren di kalangan target pasar agar bisa menjadi produk jualan online paling laris. Jam tangan, tas, dan sepatu termasuk produk mode atau fesyen pendukung penampilan harian setiap orang. Tak kalah penting dengan pakaian, ketiga produk ini masuk dalam kategori jualan online paling laris dan populer. Bahkan, tak sedikit pula orang yang membeli jam tangan, tas, dan sepatu hanya untuk koleksi pribadinya. Selain itu, ketiga produk ini juga sering menjadi pilihan orang untuk dijadikan hadiah ulang tahun dan perayaan lainnya, sehingga peminatnya pun akan selalu ada. Sahabat bisa memanfaatkan peluang ini dengan melihat tren yang sedang ramai di pasaran.

Membuat bisnis ramai di saat pandemi

Jelas bergesernya pola perilaku konsumen ini membuat transaksi digital di e-commerce melesat signifikan. Bank Indonesia mencatat transaksi e-commerce melonjak jadi US$2,four miliar atau meningkat 26% dari kuartal II-2019. Hal ini tidak hanya menjaga daya beli saja tetapi juga mampu mendorong masyarakat lain untuk ikut berpartisipasi dalam memanfaatkan momentum yang ada. Mengingat saat PSBB mobilitas dibatasi, dengan adanya teknologi digital masyarakat bisa memasarkan berbagai produknya melalui e-commerce.

Terlebih di tengah pandemi corona, masyarakat dituntut untuk beraktivitas di rumah dan tidak boleh keluar. Ia merugi sekitar 200 juta rupiah karena harus mengembalikan uang pelanggan dari menjual aset dan meminjam dari bank. Pasalnya, uang yang sudah diberikan pelanggannya dibayarkan kepada pihak journey.” Amazon FBA – jual produk di Amazon dan bergabung di program FBA.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisnis tetap bertahan dan tidak terpuruk selama pandemi Corona seperti diwartakan laman Antara News. Sayangnya, tidak semua orang mengerti dan paham akan dunia digital dalam pemasaran. Tidak hanya itu, kamu juga bisa melakukannya dengan modal kecil, dengan memanfaatkan sampah rumah tangga di rumah. Pasalnya, dua bisnis ini dinilai memiliki modal yang kecil, dan juga resiko kerugiannya juga rendah. Kalau kamu merupakan seorang pemula dalam menjalankan bisnis, reseller atau dropshipper sangat direkomendasikan. Nah, tidak hanya itu, karena banyak menghabiskan waktu di rumah, tidak sedikit orang yang meluangkan waktunya untuk belajar hal baru.

Itu bisa disiasati dengan ikute-commerceseperti Lazada yang menyediakan CoD. Untuk koleksi Idul Fitri yang sudah dirilis, alhamdulillah habis semua walau memang saya bikin stok tidak banyak. Ada beberapa koleksi Idul Fitri yang masih saya tahan karena situasi pandemi ini.

Untuk menunjukkan kepedulian restoran Anda terhadap kesehatan, pertimbangkan untuk menambah varian menu baru yang lebih sehat. Di tengah pandemi Covid-19 ini, kepedulian masyarakat akan makanan sehat semakin meningkat. Ini juga dapat membantu Anda meningkatkan peluang usaha dengan mendatangkan pelanggan-pelanggan baru . Atau Anda memiliki latar belakang kuliah ekonomi atau manajemen keuangan? Pergunakanlah kemampuan Anda untuk memulai peluang bisnis sebagai penasehat keuangan pribadi atau UMKM.

Zaman sekarang orang cenderung suka dengan segala hal yang praktis. Kalau Bunda memberikan kualitas servis yang baik, pasti konsumen akan senang untuk datang ke laundry Bunda. Jauh sebelum pandemi, ia pun memanfaatkan hobinya membuat kue dan memasarkannya lewat Instagram @bake2bite. Melihat peluang bisnis yang kian terbuka lebar, perempuan yang aktif nge-blog ini pun mencoba peruntungannya dengan menjual olahan ayam lewat Instagram @chicknzbox. Lagipula usaha rumahan ini juga tetap bisa dijalankan hingga masa pandemi usai sehingga berpotensi menghasilkan uang dan membantu perekonomian keluarga.

Anda tak harus memulai dengan jumlah tersebut untuk membeli berbagai barang kebutuhan hewan peliharaan seperti makanan dan aksesoris. Anda bisa saja mulai fokus dengan jasa grooming hewan peliharaan dulu. Jika sudah ada keuntungan, bisa digunakan untuk menambah jumlah produk yang dijual di toko Anda.

KOMPAS.com – Bekerja dari rumah merupakan salah satu hal tidak terbayangkan yang akhirnya menjadi kenyataan, sebagai akibat dari adanya pandemi Covid-19. Pandemi juga mendorong sebagian orang untuk menanam beberapa kebutuhan pokok sendiri. Kegiatan berkebun berubah menjadi hal produktif, terutama dengan larisnya bibit-bibit cabai, sawi, kangkung, tomat, terong, akar-akaran, dan sebagainya. Apalagi produk FMCG yang sangat kuat di offline kini harus beralih distribusinya secara online. Beberapa produk mulai beradaptasi dengan penjualan by way of e-commerce, yang ternyata lonjakannya signifikan. Ide yang tidak diwujudkan sampai selamanya hanya akan menjadi ide.